Alat Teknik Gratis
Kalkulator Prognostik Sisa Masa Pakai (RUL)
Masukkan titik data tren, pilih model regresi, tetapkan ambang batas kegagalan, dan perkirakan sisa umur pakai dengan tingkat kepercayaan sesuai ISO 13381.
Hasil
Prognostik menurut ISO 13381-1
ISO 13381-1 mendefinisikan kerangka kerja untuk pemantauan kondisi dan prognostik mesin. Ide intinya adalah untuk melacak indikator kesehatan dari waktu ke waktu, menyesuaikan model degradasi, dan mengekstrapolasi ke ambang batas kegagalan yang telah ditentukan.
Model Regresi
Tiga model didukung untuk menyesuaikan data tren:
- Linier: y(t) = a + b·t — cocok untuk degradasi stabil dengan laju konstan
- Eksponensial: y(t) = a·eb·t — cocok untuk mempercepat degradasi (misalnya keausan bantalan)
- Polinomial (orde ke-2): y(t) = a + b·t + c·t² — cocok untuk tren non-linier dengan titik belok
Kecocokan Model — R²
Koefisien determinasi R² mengukur seberapa baik model tersebut sesuai dengan data:
- R² > 0,95 — Kecocokan sangat baik, kepercayaan tinggi pada estimasi RUL
- R² = 0,80–0,95 — Kecocokan yang baik, kepercayaan sedang
- R² < 0,80 — Kecocokan buruk, pertimbangkan model yang berbeda atau lebih banyak data.
Contoh Praktis
Diberikan: Pembacaan getaran pada hari ke-0, 30, 60, 90, 120, 150 adalah: 1,2, 1,8, 2,5, 3,4, 4,1, 5,0 mm/s. Ambang batas alarm = 7,1 mm/s.
Pencocokan linier: y = 1,14 + 0,0253·t → ambang batas pada t ≈ 236 hari → RUL ≈ 86 hari dari pengukuran terakhir.
Kurva eksponensial dapat memberikan sisa umur pakai yang lebih pendek jika degradasi semakin cepat.
⚠️ Catatan: Estimasi prognostik sangat bergantung pada kualitas data dan asumsi bahwa mekanisme degradasi tetap tidak berubah. Selalu kombinasikan dengan pertimbangan teknik dan data pemantauan kondisi tambahan.
Instrumen pemantauan kondisi dan analisis getaran profesional. Memprediksi kegagalan sebelum terjadi. Digunakan di lebih dari 50 negara.