Alat Teknik Gratis

Kalkulator Resistansi Kumparan Motor

Pengukuran resistansi lilitan yang akurat untuk perbedaan suhu. Mendukung lilitan tembaga dan aluminium. Termasuk pemeriksaan ketidakseimbangan 3 fasa — >2% antara fasa menunjukkan adanya masalah.

Tembaga & Aluminium IEEE / IEC Ketidakseimbangan Fase
Pemeriksaan Ketidakseimbangan 3 Fase (opsional — masukkan ketiganya)
Fase A–B (Ω)
Fase B–C (Ω)
Fase C–A (Ω)

Hasil

Resistansi Terkoreksi pada Suhu Target
Koefisien Suhu α
Perubahan Resistensi
Faktor Koreksi

Rumus Koreksi Suhu

Hambatan suatu konduktor berubah secara linier terhadap suhu. Rumus koreksi standarnya adalah:

  • R₁ — resistansi terukur pada suhu T₁
  • R₂ — resistansi terkoreksi pada suhu target T₂
  • k — konstanta material: 234,5 untuk tembaga, 225,0 untuk aluminium

Sifat Material

Bahanα pada 20°C (1/°C)konstanta kρ pada 20°C (Ω·m)
Tembaga (anil)0.00393234.51,724 × 10⁻⁸
Aluminium0.00403225.02,650 × 10⁻⁸

Ketidakseimbangan Resistansi Fase

Untuk motor 3 fasa, bandingkan resistansi antar fasa:

Ketidakseimbangan % = (R_maks − R_min) / R_rata-rata × 100%
  • < 1% — Kondisi sangat baik, normal
  • 1–2% — Dapat diterima, pantau
  • > 2% — Masalah: kemungkinan lilitan korsleting, koneksi yang buruk, atau degradasi lilitan
  • > 5% — Parah: motor harus dikeluarkan dari layanan untuk diperbaiki

⚠️ Penting: Ketiga pembacaan fasa harus dilakukan pada suhu yang sama. Biarkan motor mencapai keseimbangan termal (setidaknya 30 menit dalam keadaan diam untuk motor besar) sebelum melakukan pengukuran.

Tip: Untuk motor yang diukur panas setelah beroperasi, Anda dapat menghitung balik suhu lilitan: T₁ = k × (R_panas/R_dingin − 1) + T_dingin. Ini membantu menilai beban kelas termal isolasi.

Vibromera — Alat Penyeimbang dan Analisis Getaran Portabel
Instrumen dan perangkat lunak penyeimbangan lapangan profesional. Digunakan di lebih dari 50 negara.
Pelajari lebih lanjut
Kategori:

WhatsApp