Penjelasan Penyeimbangan Dinamis (Penyeimbangan Dua Bidang)
1. Definisi: Apa yang dimaksud dengan Dynamic Balancing?
Penyeimbangan dinamis adalah prosedur untuk memperbaiki ketidakseimbangan dalam rotor dengan melakukan koreksi massa dalam waktu sesingkat mungkin dua pesawat terpisah sepanjang panjangnya. Ini digunakan ketika koreksi dalam satu bidang tidak cukup, karena rotor dapat menggabungkan ketidakseimbangan statis (gaya) dan ketidakseimbangan pasangan.
2. Ketidakseimbangan Statis vs Dinamis: Perbedaan Utama
Untuk memahami keseimbangan dinamis, penting untuk membedakan antara dua bentuk utama ketidakseimbangan.
- Ketidakseimbangan statis: pusat massa rotor diimbangi dari sumbu rotasinya. Ini berperilaku seperti satu “titik berat” dan dapat dikoreksi dengan satu beban dalam satu bidang.penyeimbangan statis, juga disebut penyeimbangan bidang tunggal).
- Ketidakseimbangan dinamis: Ketidakseimbangan didistribusikan di sepanjang rotor sehingga koreksi dalam satu bidang saja tidak cukup. Kondisi ini terdeteksi dalam rotasi dan membutuhkan koreksi di dua bidang yang berbeda. Hal ini terjadi ketika rotor memiliki dua titik berat yang sama pada ujung yang berlawanan, diposisikan terpisah 180°. Kondisi ini seimbang secara statis (tidak akan menggelinding ke titik berat saat diam), tetapi ketika berputar, dua titik berat menciptakan gaya putar, atau "pasangan", yang menyebabkan rotor bergoyang dari ujung ke ujung. Ketidakseimbangan pasangan dapat *hanya* terdeteksi ketika rotor berputar dan dapat *hanya* dikoreksi dengan menempatkan beban pada dua bidang yang berbeda untuk menciptakan pasangan yang berlawanan.


3. Bidang Koreksi dan Penempatan Sensor
Penyeimbangan dua bidang berdasarkan tiga hal:
- Dua bidang koreksi (Bidang 1 dan Bidang 2) di mana bobot koreksi akan dipasang.
- Dua titik pengukuran getaran (biasanya di dekat rumah bantalan) yang terhubung ke dua saluran.
- A fase referensi (takometer + tanda reflektif) untuk mengukur kecepatan dan fase.
Di bawah ini adalah contoh tipikal yang menunjukkan bidang koreksi dan penempatan sensor untuk konfigurasi rotor yang umum.




4. Prosedur Penyeimbangan Dua Bidang
Di lapangan, penyeimbangan dua bidang umumnya dilakukan dengan menggunakan metode koefisien pengaruh. Urutan umumnya adalah:
- Jalankan #0: mengukur getaran dasar (amplitudo dan fase) tanpa beban percobaan.
- Jalankan #1: memasang berat uji coba Di Pesawat 1, ukur getaran lagi.
- Jalankan #2: pindahkan beban percobaan ke Bidang 2, ukur kembali getarannya.
- Perhitungan: perangkat lunak menghitung bobot koreksi untuk Bidang 1 dan Bidang 2.
- Koreksi dan verifikasi: lepaskan beban uji, pasang beban koreksi, dan lakukan uji verifikasi (pemangkasan lari) untuk memverifikasi hasilnya.
Apabila sudut koreksi yang dihitung berada di antara dua titik pemasangan yang dapat dijangkau, massa yang diperlukan dapat didistribusikan ke posisi-posisi yang tersedia dengan kalkulator dekomposisi massa koreksi dua bidang, dan sensitivitas satu bidang yang mendasarinya dapat diperiksa dengan sebuah kalkulator koefisien pengaruh.
5. Penyeimbangan Dua Bidang dengan Balanset-1A
Balanset-1A adalah sistem penyeimbangan berbasis PC dua saluran yang dirancang untuk penyeimbangan rotor satu bidang dan dua bidang dalam kondisi lapangan dan lingkungan produksi. Dalam mode dua bidang, Balanset-1A mengukur kecepatan rotor dan vektor Getaran 1x (RMS dan fase) pada dua saluran dan menghitung parameter bobot koreksi untuk kedua bidang.
Karena Balanset-1A digunakan langsung pada mesin yang telah terpasang, alat ini melakukan penyeimbangan dalam kondisi operasional yang sebenarnya — termasuk penyelarasan, beban awal bantalan, dan pengaruh pondasi — serta melaporkan hasil yang dicapai ketidakseimbangan sisa dibandingkan dengan batas toleransi yang ditetapkan, yang dapat diverifikasi dengan kalkulator ketidakseimbangan sisa (ISO 21940-11).
5.1 Perangkat lunak: penyetelan penyeimbangan dinamis dan tampilan hasil


5.2 Mode vibrometer (pemeriksaan cepat sebelum menyeimbangkan)
Sebelum dan selama proses penyeimbangan, Alat ukur getaran Mode ini dapat digunakan untuk memantau getaran dan memastikan kondisi operasi yang stabil selama pengukuran.
